Senang Tampil Menggunakan Batik Solo? Yuk Cari Tahu Makna 5 Motif Batik Solo Favoritmu

Senang Tampil Menggunakan Batik Solo? Yuk Cari Tahu Makna 5 Motif Batik Solo Favoritmu

Tampil dengan menggunakan batik kini semakin banyak digemari. Bukan saja karena ada gerakan Friday Batik, dimana di sejumlah perusahaan sudah menerapkan peraturan agar karyawannya mengenakan busana batik setiap hari Jumat, tapi juga pakaian batik semakin beragam dalam desainnya. Bila dulu mungkin batik lebih banyak dikenakan untuk acara formal seperti di acara nikahan, kini tidak sedikit desain pakaian casual yang menggunakan batik sebagai materi bahannya. 

 

Dari sekian banyak jenis batik yang ada di Indonesia, batik Solo masih menjadi salah satu yang cukup banyak diminati. Selain dikenal dengan kekentalan budaya Jawa-nya, Solo juga dikenal sebagai ikon batik. Batik Solo memang  memiliki ciri khasnya tersendiri, baik itu melalui proses cap maupun proses tulis, yakni pewarna yang digunakan menggunakan bahan alami dari alam, yang biasa disebut soga. 

Menjadi kota ikon batik, sudah pasti ada banyak dan  beragam motif batik Solo yang terus diproduksi secara turun-temurun. Ini menjadi salah satu alasan kenapa batik Solo banyak dimininati, karena keberagaman motif batiknya, baik itu motif tradisional maupun motif batik dengan desain baru. Tapi apakah kamu tahu, kalau setiap batik motif batik Solo itu memiliki maknanya tersendiri? 

Nah biar kamu jadi tahu, berikut ini beberapa motif batik Solo yang populer beserta maknanya:

Motif Batik Sidomukti

Motif Sidomukti ini paling mudah ditemukan dan sangat populer. Motif batik ini biasanya digunakan sebagai pakaian adat pengantin Jawa, khususnya untuk Solo. Sidomukti merupakan simbol pengaharapan dan doa. Batik Sidomukti berasal dari kata Sido yang berarti berkesinambungan, sedangkan kata Mukti memiliki arti sejahtera. Diharapkan dengan mengenakan motif ini, kedua mempelai akan selalu bahagia dan dilimpahkan rezekinya.

Motif Batik Truntum

Bila tadi Batik Sidomukti dikenakan oleh mempelai pengantin, motif batik Truntum ini dikenakan oleh orangtua kedua mempelai. Truntum diartikan sebagai penuntun, sehingga diharapkan orangtua bisa menjadi penuntun atau panutan bagi anaknya dalam mengarungi kehidupan berumah tangga.

Menurut sejarahnya, motif truntum ini diciptakan oleh Kanjeng Ratu Kencana (Permaisuri Sunan Paku Buwana III) dengan makna cinta yang tumbuh kembali. Beliau menciptakan motif ini sebagai simbol cinta abadii, yang tulus tanpa syarat, dan semakin lama semakin berkembang (tumaruntum).

Motif Batik Parang

Parang merupakan salah satu motif batik yang paling tua di Indonesia. Berasal dari kata Pereng yang berarti lereng, sebagaimana gambar motif yang terlihat, yaitu garis yang menurun dari yang tinggi ke yang rendah secara diagonal. Bentuk dasarnya tampak seperti huruf S yang tidak terputus, ini melambangkan kesinambungan. Konon, ini merupakan batik asli Indonesia yang sudah ada sejak zaman keratan Mataram Kertasura (Solo). Makna yang terkadung dalam motif ini adalah sebuah nasihat agar orang yang mengenakan batik ini tidak pernah menyerah.

Motif Batik Kawung

Motif batik yang satu ini terbentuk dari pola bulatan yang mirip dengan buah kawung, sejenis buah kelapa, atau disebut juga buah kolang-kaling. Motif kawung ini sering kali dianggap sebagai gambar bunga teratai dengan empat lembar daun bunga yang sedang merekah. Bunga teratai bagi masyarakat Jawa sering diartikan sebagai panjang umur dan lambang kesucian. Dahulu, motif batik kawung ini hanya boleh dikenakan oleh keluarga kerajaan, karena diharapkan dengan mengenakan motif batik ini, orang tersebut bisa mencerminkan kepribadian sebagai seorang pemimpin yang mampu mengendalikan hawa nafsunya.

Motif Batik Sawat

Selain batik motif kawung, batik motif sawat ini pada zaman dahulu juga merupakan motif sakral yang hanya boleh digunakan oleh keluarga kerajaan. Kata sawat sendiri diperkirakan berasal dari kata sayap, namun ada juga yang berpendapat kalau sawat memiliki arti nafsu atau syahwat. Batik motif sawat ini memang terlihat seperti gambar sayap burung garuda yang bagi masyarakat Jawa dimaknai sebagai simbol kekuatan sang raja.  

 

Itu dia, 5 motif batik Solo yang cukup populer dan sering ditemukan. Kira-kira diantara ke-5 motif itu, motif mana yang menjadi favoritmu?

(Visited 1 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *